Rabu, 12 Agustus 2009
SEKOLAH BERSTANDAR INTERNASIONAL DITINJAU DARI STANDAR PROSES
Artikel
SEKOLAH BERSTANDAR INTERNASIONAL DITINJAU DARI STANDAR PROSES
{ Observasi pada SMKN 9 Bandung }
Pemerintah memberikan kebebasan kepada pengelola pendidikan untuk menciptakan daya saing secara sehat antara satu dengan yang lainya, sehingga terbentuknya sekolah yang berstandar Internasioanal. Sekolah berstandar Internasioanal adalah sekolah yang menjalin hubungan baik secara administratif, manajemen maupun kegiatan-kegiatan lainya yang terkait didalamnya sesuai dengan ketentuan-ketentuan tertentu.Ternyata tidak mudah untuk menjadikan salah satu sekolah menuju jenjang sekolah berstandar Internasional harus melalui beberapa tahapan/proses tertentu yang harus dilalui
Antaralain:
Pertama; peningkatan mutu sekolah dengan sekolah Internasioanal dan memperoleh maupun luar negeri yang telah memiliki nilai rata-rata untuk pelejaran – pelejaran tertentu akreditasi dari lembaga tertentu. Standar ISO serta menjalin kerja sama dengan mitra Internasional serta memeiliki nilai.
Kedua guru dan kepala sekolah harus memperoleh setifikasi atau lisensi Internasional. Ketiga peningkatan mutu sekolah harus dilandasi suatu rencana yang menggunakan
Peningkatan mutu sampai dengan pencapaian standar Internasional. Kelima melibatkan instansi profesional untuk menjamin berkelanjutannya pendekatan secara{ bottom up}dari bawah ke atas.
Keempat partisipasai masyarakat, pemda propinsi, pemda kota/kabupaten selama proses program sekolah tersebut. Keenam Bermitra dengan perusahaan baik dalam negeri disekolah tersebut, sehingga lulusannya bisa diterima diperguruan tinggi maupun khususnya pada dunia kerja/industri
Baik didalam maupun luar negeri. SBI juga menuntut guru mampu berkomunikasi dan mengajar idealnya mempergunakan bahasa Inggris sesuai dengan mata pelejarannya.
Karena itulah ada keharusan penguasaan bahasa inggris bagi seluruh komponen sekolah
yang harus dibuktikan melalui tes TOEFL dengan perolehan skors minimal 400 untuk
Karyawan TU, 450 untuk guru, 500 untuk kepala sekolah. Sehingga melalui proses
Pengembangan ini SMK bisa dikatakan bertaraf Internasional. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan disekolah tersebut penulis menyimpulkan bahwa
kriteria-kriteria standar proses pada sekolah berstandar Internasional di SMKN9 Bandung.
beberapa item sudah memenuhi standar tersebut, yang lainnya sedang dalam proses maka untuk itu penulis menghimbau kepada pihak-pihak terkait agar dapat memperhatikan dan mau membantu dukungan moril maupun materil dalam mewujudkan SBI khususnya di SMKN9 Bandung umumnya pada sekolah-sekolah lain yang menuju kearah sana, guna mewujudkan tujuan Pendidikan Nasional.
SEKOLAH BERSTANDAR INTERNASIONAL DITINJAU DARI STANDAR PROSES
{ Observasi pada SMKN 9 Bandung }
Pemerintah memberikan kebebasan kepada pengelola pendidikan untuk menciptakan daya saing secara sehat antara satu dengan yang lainya, sehingga terbentuknya sekolah yang berstandar Internasioanal. Sekolah berstandar Internasioanal adalah sekolah yang menjalin hubungan baik secara administratif, manajemen maupun kegiatan-kegiatan lainya yang terkait didalamnya sesuai dengan ketentuan-ketentuan tertentu.Ternyata tidak mudah untuk menjadikan salah satu sekolah menuju jenjang sekolah berstandar Internasional harus melalui beberapa tahapan/proses tertentu yang harus dilalui
Antaralain:
Pertama; peningkatan mutu sekolah dengan sekolah Internasioanal dan memperoleh maupun luar negeri yang telah memiliki nilai rata-rata untuk pelejaran – pelejaran tertentu akreditasi dari lembaga tertentu. Standar ISO serta menjalin kerja sama dengan mitra Internasional serta memeiliki nilai.
Kedua guru dan kepala sekolah harus memperoleh setifikasi atau lisensi Internasional. Ketiga peningkatan mutu sekolah harus dilandasi suatu rencana yang menggunakan
Peningkatan mutu sampai dengan pencapaian standar Internasional. Kelima melibatkan instansi profesional untuk menjamin berkelanjutannya pendekatan secara{ bottom up}dari bawah ke atas.
Keempat partisipasai masyarakat, pemda propinsi, pemda kota/kabupaten selama proses program sekolah tersebut. Keenam Bermitra dengan perusahaan baik dalam negeri disekolah tersebut, sehingga lulusannya bisa diterima diperguruan tinggi maupun khususnya pada dunia kerja/industri
Baik didalam maupun luar negeri. SBI juga menuntut guru mampu berkomunikasi dan mengajar idealnya mempergunakan bahasa Inggris sesuai dengan mata pelejarannya.
Karena itulah ada keharusan penguasaan bahasa inggris bagi seluruh komponen sekolah
yang harus dibuktikan melalui tes TOEFL dengan perolehan skors minimal 400 untuk
Karyawan TU, 450 untuk guru, 500 untuk kepala sekolah. Sehingga melalui proses
Pengembangan ini SMK bisa dikatakan bertaraf Internasional. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan disekolah tersebut penulis menyimpulkan bahwa
kriteria-kriteria standar proses pada sekolah berstandar Internasional di SMKN9 Bandung.
beberapa item sudah memenuhi standar tersebut, yang lainnya sedang dalam proses maka untuk itu penulis menghimbau kepada pihak-pihak terkait agar dapat memperhatikan dan mau membantu dukungan moril maupun materil dalam mewujudkan SBI khususnya di SMKN9 Bandung umumnya pada sekolah-sekolah lain yang menuju kearah sana, guna mewujudkan tujuan Pendidikan Nasional.
Langganan:
Postingan (Atom)